Monday, September 7, 2015

Bukan Kebakaran Hutan

Tapi Kebakaran Gambut

ilustrasi kebakaran hutan

Kebakaran yang melanda akhir-akhir ini menjadi penyumbang kabut asap, sehingga membuat jarak pandang di Kota Pekanbaru hanya dalam hitungan ratusan meter. Kabut asap ini sudah melumpuhkan aktivitas belajar mengajar di Riau. Selain itu, aktivitas penerbangan di Bandara SSK Pekanbaru juga lumpuh.

Untuk memadamkan api dilakukan pengeroyokan terhadap api dari darat dan udara.

Dari udara dilakukan dengan hujan buatan dan pemboman air. BNPB menggelar 3 pesawat Casa 212 untuk hujan buatan di Riau. Total 115 ton disebar di awan udara Riau, ada 3 unit Helikopter dikerahkan ke Riau, ditambah 1 pesawat Air Tracktor dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK).

Sedangkan dari darat akan dilakukan pemadaman oleh tim gabungan dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, MPA dan masyarakat. Di tiap provinsi lebih dari 1.500 personel dikerahkan untuk memadamkan api.

Secara history kebakaran hutan melanda Riau sejak dekade 90-an.

Dalam acara talk show di televisi, dijelaskan bahwa sebenarnya asap yang melanda di Riau bukanlah berasal dari kebakaran hutan tapi asap tersebut merupakan efek dari kebakaran lahan gambut. Lalu apa itu lahan gambut?

Gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang setengah membusuk sehingga kandungan bahan organiknya tinggi, dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Pada kondisi yang tepat, gambut juga merupakan tahap awal pembentukan batubara.

Gambut itu lunak dan mudah untuk ditekan. Bila ditekan, kandungan air dalam gambut bisa dipaksa untuk keluar. Bila dikeringkan , gambut bisa digunakan sebagai bahan bakar sumber energi.

Gambut adalah bahan akar penting dinegara negara dimana pohon langka seperti Irlandia dan Skotlandia, secara tradisional gambut digunakan untuk memasak dan pemanas rumah tangga . Secara modern, gambut dipanen dalam sekala industri dan dipakai untuk bahan bakar pembangkit listrik. Pembangkit listrik tenaga gambut terbesar ada di Finlandia (Toppila Power Station) sebesar 190 MW.

Luas lahan gambut di Sumatra diperkirakan berkisar antara 7,3–9,7 juta hektare atau kira-kira seperempat luas lahan gambut di seluruh daerah tropika. Lahan-lahan gambut itu telah dibuka dan dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian dan kehutanan.


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Gambut
http://www.merdeka.com/peristiwa/ini-4-strategi-jitu-bnpb-atasi-kebakaran-lahan-di-riau.html
http://news.liputan6.com/read/2310092/kebakaran-hutan-tanaman-industri-sumbang-asap-terbesar-di-riau