Tuesday, September 8, 2015

Info

“Keselamatan seseorang tergantung pada menjaga lisan”
Sabda Nabi Muhammad


Orang yang kerap update di media sosial merasa telah menguasai informasi, padahal yang sebenarnya adalah mereka-lah yang dikuasai oleh informasi. Mereka hanya membaca dan meng-share informasi begitu saja tanpa mengolah informasi terlebih dahulu.

Untuk itu di media sosial sebelum kita share sebuah informasi, kita perlu tahu info tersebut apakah termasuk berita, fakta, prasangka, gosip atau fitnah.

Lalu bagaimana cara kita memilah informasi tersebut agar dapat menentukan sebuah info sebagai berita, fakta, prasangka, gosip atau fitnah. Berikut adalah langkah-langkahnya :

TABAYYUN (Konfirmasi)
Setiap informasi yang kita terima, kita wajib melakukan konfirmasi dengan cek dan ricek. Karena jika kita terlanjur memberikan informasi yang salah, maka informasi tersebut akan menyebar dengan cepat dan akan tak terbendung. Bahkan konon jika kabar baik baru menyebar beberapa kilometer, maka kabar buruk sudah melesat mengelilingi bola dunia.

DZHAN (Prasangka)
Jika informasi yang kita dapat adalah sebuah prasangka, dan jika kabar itu benar maka itu ghibah, serta jika kabar itu salah maka itu fitnah. Sama-sama buruk, sehingga pilihan yang baik adalah lebih baik tidak ikut-ikutanan menyebarkannya. Dzhan (Prasangka) dalam bahasa inggris = Pre Judice yg berasal dari kata Pre yang artinya sebelum dan Judice artinya menghukum. Jadi prasangka adalah menghukum orang sebelum kita tahu informasi yang lengkap.

BICARA YANG BAIK ATAU DIAM
Jika kita mudah menerima dan mengirim semua informasi yg kita lihat dan dengar maka menurut Rosul kita ini termasuk pendusta.


Sumber :
https://aungelsofan.wordpress.com/2015/07/12/hati-hati-dengan-informasi/