Sunday, September 6, 2015

Konten dan Konteks

Selalu buka pikiran untuk memperbesar konten dan konteks realita hidup kita.

Apa sebenarnya definisi dari konten dan konteks?
Mengapa kita perlu memperhitungkan konten dan konteks?
Bukan konsten saja atau konteks saja?

Untuk itu kita perlu mengetahui penjelasan masing-masing dari konten dan konteks tersebut, sebagai berikut :

Content
Konten (content) adalah isi.
Konten adalah isi, cara, atau teknis. 
Konten adalah “What To Offer” atau apa yang Anda tawarkan ke pengunjung.

Context
Konteks (context) adalah wadah atau medium. 
Konteks adalah esensi, bigplan, atau garis besar.
Konteks adalah “How To Offer” atau bagaimana Anda menawarkan artikel plus layanan Anda yang menyentuh melalui sisi emosional.

Jika dianalogikan, misalnya sebuah gelas yang berisi air, maka yang disebut dengan konten adalah air, sedangkan yang disebut dengan konteks adalah gelas. Misalnya lagi seorang motivator. Isi apa yang dia bicarakan itu disebut dengan konten, lalu baju dan aksesoris yang di kenakan adalah konteks.

Untuk itu antara konten dan konteks harus berimbang.

Meskipun kualitas dari konten sangat tinggi tapi tidak diimbangi konteks maka efektivitasnya akan rendah. Sedangkan jika konteks terlalu tinggi daripada konten, ekspektasi akan cenderung tinggi daripada yang diterima. Dua hal diatas akan menimbulkan ketidakpuasan.


Sumber :
http://raosanfikri.blogspot.co.id/2015/03/konten-dan-konteks.html
http://www.handokotantra.com/konten-itu-penting-konteks-lebih-penting-bagian-1.html
http://www.finansialku.com/step-awal-bebas-keuangan-adalah-konteks-dan-konten/