Thursday, September 10, 2015

Mencari Suaka ke Jerman


Jerman

Negara-bangsa Jerman modern baru terbentuk pada tahun 1871, seusai Perang Perancis-Prusia. Namun sejarah panjang Jerman sudah dimulai sejak era monarki di Eropa sejak penguasaan oleh Kekaisaran Romawi menjelang era modern (Masehi) hingga berakhirnya Perang Napoleon.

Jerman mempunyai luas sekitar 357.021 kilometer persegi (kira-kira dua setengah kali pulau Jawa) dengan wilayah perairan meliputi 2.34%, memiliki jumlah penduduk sekitar 82 juta jiwa, dengan kepadatan 226/km2, negara dengan 16 negara bagian dan menjadi negara dengan penduduk imigran ketiga terbesar di dunia.

Jerman sebagai negara dengan penduduk imigran ke-3 terbesar di dunia hal ini terlihat dari beragamnya pemain Timnas Sepakbola Jerman.


Timnas Sepakbola Jerman

Jika kita menilik pemain timnas Jerman, ada beberapa pemain yang mempunyai kebangsaan dari negara lain yaitu misalnya dari Ghana, Turki, Polandia dan beberapa negara lainnya, selengkapnya adalah sebagai berikut:
  1. Jerome Boateng (Ghana)
  2. David Odonkor (Ghana), 
  3. Karim Bellarabi (ayah orang Ghana dan ibu yang berasal dari Maroko.
  4. Mesut Oezil (Turki), 
  5. Emre Can (Turki),
  6. Ilkay Gundogan (Turki),
  7. Piotr Trochowski (Polandia), 
  8. Lukas Podolski (Polandia), 
  9. Miroslav Klose (Polandia), 
  10. Oliver Neuville (Swiss/Belgia), 
  11. Kevin Kuranyi (Brasil).
  12. Mario Gómez (Spanyol)
  13. Shkodran Mustafi (Albania)
  14. Sami Khedira (Tunisia), 

Tembok Berlin

Saat Perang Dunia II berakhir, di bawah pimpinan Konrad Adenauer (Kanselir Jerman Barat) dan Ludwig Erhard (menteri ekonomi) usaha untuk membangkitkan perekonomian Jerman Barat dimulai.
Duet mereka berupaya menyembuhkan diri dari kehancuran setelah perang karena Jerman rugi besar dan babak belur. 

Rekonstruksi ekonomi Jerman Barat (Wirtschaftswunder, keajaiban ekonomi) ditengah perjalanan mulai merasakan kekurangan jumlah pekerja. Mereka tidak dapat merekrut buruh dari Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur) sejak dibangunnnya Tembok Berlin. Karenanya, mereka berpaling ke Selatan.

Jerman Barat menjalin kerja sama dengan para buruh dari Italia, Yunani, dan Spanyol.

Pada 30 Oktober 1961, tercapai kesepakatan bilateral antara Jerman dengan Turki perihal rekrutmen buruh. Di Ankara dan Istanbul, orang-orang Turki menaiki kereta yang akan mengantarkan mereka ke Munich. Dari ibu kota Negara Bagian Bayern tersebut, mereka disebar ke kota-kota industri lain di Jerman Barat.

Setelah itu Jerman Barat juga menerima gelombang buruh dari Maroko, Portugal, Tunisia, dan Yugoslavia.

Mereka disebut Gastarbeiter, para pekerja tamu. Para pekerja tamu ini didatangkan untuk mengerjakan tugas-tugas yang tidak membutuhkan keahlian khusus, dan akan pulang ke negara asal pada waktu yang telah ditentukan. Setelah kontrak kerja berakhir. Selama berada di Jerman mereka mendapatkan tempat tinggal berupa asrama yang disediakan secara khusus oleh setiap perusahaan.

Tanpa bantuan dari jutaan imigran yang datang dari seluruh penjuru, Republik Federal Jerman (lebih dikenal sebagai Jerman Barat kala itu) tidak akan pernah bangkit dari keterpurukan.


800.000 Pengungsi

Pemerintah Jerman dibawah komando Angela Merkel, sang Kanselir Jerman, menerima 50.000 lebih pengungsi setiap tahunnya, di antaranya 35.000 berasal dari Suriah. Bahkan jumlah pencari suaka yang datang ke Jerman pada 2015 saja diperkirakan mencapai 800 ribu pengungsi.

Berdasarkan informasi dari Pemerintah Jerman, pada tahun ini mereka akan menerima sekitar 800 ribu pencari suaka. Angka ini empat kali lipat lebih tinggi jika dibandingkan tahun 2014. Pada Juli 2015, Jerman telah menerima lebih dari 37 ribu pencari suaka. Angka tersebut meningkat 93 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.

Lalu apa alasan utama negara Jerman menerima begitu banyak pengungsi dari negara lain?

Ada 2 kemungkinan alasannya, yaitu
  1. Memberikan keuntungan ekonomis
  2. Terkait rasa bersalah Jerman atas pendudukan Nazi. 

Keuntungan Ekonomis

Populasi penduduk negara Jerman menurun dari 81,3 juta orang pada 2013 menjadi 70,8 juta orang pada 2060. Prediksi warga yang berusia 65 tahun ke atas akan meningkat dari 32 persen pada tahun ini, menjadi 59 persen pada 2060.

Hal ini dapat mengakibatkan Jerman akan kekurangan warga usia produktif, yang mengancam sektor ketenagakerjaan dalam negeri. Pekerja merupakan faktor kunci untuk menggenjot perekonomian.

Dengan adanya imigran tersebut maka akan dapat memperkuat sektor tenaga kerja Jerman dimana akan ada peningkatan warga usia produktif di Jerman sehingga nantinya dapat meningkatkan pada penguatan ekonomi.


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Jerman
http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/global/15/09/04/nu5mxx280-banyak-migran-muslim-di-jerman-pindah-agama-demi-suaka
http://www.cnnindonesia.com/internasional/20150910145740-134-77901/ada-apa-di-balik-kedermawanan-jerman-kepada-imigran/
http://m.news.viva.co.id/news/read/671272-ini-alasan-pengungsi-suriah-memilih-kabur-ke-jerman
http://www.beritabola.com/type-kolom/imigran-dan-sepakbola-bagian-3-habis-trofi-piala-dunia-puncak-gunung-es-dan-hal-hal-yang-tak-terlihat.html