Friday, September 4, 2015

Idul Adha


Idul Adha atau Idul Qurban atau Hari Raya Haji adalah sebuah hari raya Islam untuk memperingati peristiwa kurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim (Abraham) kepada putranya Ismail untuk Allah, sebagai bukti cintanya Nabi Ibrahim kepada Allah melebihi apapun di dunia ini namun kemudian oleh Allah diganti dengan domba.

Saat memperingati hari raya Idul Adha kita tidak hanya menapak-tilasi peristiwa disembelihnya Nabi Ismail seperti paragraf diatas, tapi kita juga perlu membaca kembali perjalanan Nabi Ibrahim sebelumnya.

Perjalanan ketika Nabi ibrahim as berhijrah meninggalkan mesir bersama istrinya, Sarah dan Hajar ke Palestina, sekaligus membawa binatang ternak dan harta miliknya dari hasil usaha perdagangan di Mesir.

Hajar kemudian mengandung dan melahirkan Ismail. Lalu Allah menurunkan wahyu kepada Ibrahim supaya memisahkan sementara Hajar dan Ismail dengan Sarah. Lalu berangkatlah Nabi Ismail as bersama Siti Hajar dan anaknya yang masih kecil sekali, yaitu Ismail pergi ke tempat yang belum diketahui tujuannya dan belum jelas tujuannya, mereka hanya berserah diri kepada Allah

Akhirnya Nabi Irabhim bersama Ismail dan ibunya tiba di suatu tempat yaitu di kota suci yang disebut Makkah, mereka berhenti di tempat dimana Masjidil Haram dibangun saat ini. Nabi Ibrahim as menunggang untanya untuk kembali ke Palestina ke tempat Siti Sarah dan putranya, Nabi Ishak

Sementara itu bekal makanan Siti Hajar habis, sedangkan air susunya semakin lama semakin mengering karena kekurangan makanan. Sehingga Ismail yang masih bayi pun menangis tak henti hentinya.

Lalu Siti Hajar pergi ke bukit Safa, berharap bisa mendapatkan sesuatu yang bisa menolongnya, namun tidak ada apa-apa.  Lalu dari bukit Safa ia melihat bayangan air yang mengalir di atas bukit Marwah, sehinga larilah ia ke bukti Marwah, namun ternyata hanya fatamorgana belaka. Lalu ia mendengar seolah-olah ada suara yang memanggilnya dari bukti Safa, pergilah ia ke bukit Safa, namun setelah sampai di bukit safa ia tidak menjupai apa-apa. Siti hajar pun berlari mondari-mandir sebanyak 7 kali antara bukit Safa dan Marwah.

Lalu malaikat Jibril turun dan mengajak Siti Hajar pergi ke suatu tempat lalu malaikat Jibril menginjakkan telapak kakinya kuat kuat di atas tanah dan atas izin Allah segeralah keluar air yang begitu jernih.

Air itu adalah mata air zam-zam atau “Injakan jibril”. Air zam-zam mengalir lalu malaikat Jibril berkata : “zamzam!”, yang artinya “berkumpullah, sehingga air itu berkumpul

Kemudian setelah muncul zam-zam itu, datanglah burung-burung di sekitar mata air zam-zam. Burung yang terbang tersebut menarik perhatian sekelompok bangsa Arab sehingga berdatanglah bangsa Arab di sekitar mata air zam-zam.

Untuk menghilangkan rasa rindu pada Nabi Ismail as, Nabi Ibrahim pergi ke Makkah. Suatu ketika Nabi ibrahim mendapat wahyu dari Allah melalui mimpi bahwa ia harus menyembelih Nabi Ismail.

Sebagai seorang Nabi, yang menjadi pesuruh Allah maka beliau harus menjadi contoh dan teladan bagi para pengikutnya dalam beribadah kepada Allah dengan menempatkan cintanya kepada Allah di atas cintanya kepada anak, istri, harta dan benda lain-lain. Saat diceritakan perintah tersebut oleh Nabi Ibrahim kepada Nabi Ismail, tanpa ragu-ragu dan berfikir panjang Nabi Ismail pun menjawab dan bersedia menerima perintah tersebut.

Singkat cerita akhirnya Allah berfirman bahwasanya Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail telah lulus ujian dari Allah karena telah membenarkan mimpi sebagai suatu ujian yang nyata, untuk itu sebagai ganti nyawa Nabi Ismail as, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim as menyembelih seekor kambing.

Untuk itu kita sebagai umat Islam di-sunah-kan berqurban setiap hari raya Idhul Adha.


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Idul_Adha
http://ceritaislami.net/cerita-nabi-ismail-as-disembelih-kisah-lengkap/