Monday, January 4, 2016

Continental Drift

"Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
(Al Qur'an, 27:88)


Membaca dan saat mengaji ayat-ayat suci Al-Quran, akan kita temui sebuah ayat yang menyatakan bahwa Allah menyebutkan tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. Saat ini ilmuwan modern menggunakan istilah "continental drift" atau "gerakan mengapung dari benua" untuk gerakan ini.

Continental drift is the movement of the Earth's continents relative to each other, thus appearing to "drift" across the ocean bed. The speculation that continents might have 'drifted' was first put forward by Abraham Ortelius in 1596.


Jika kita mempelajari terbentuknya bumi maka kita akan temui bahwasanya dulu pada jaman Permian yaitu 225 juta tahun yang lalu awalnya hanya ada satu benua besar yang disebut Pangaea dan dikelilingi satu samudera Panthalassa.

Kemudian pada jaman Triasic yaitu 200 juta tahun yang lalu benua ini terbelah menjadi dua yakni Gondwanaland dan Laurasia. Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda.

Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil. Gondwana terbelah pada jaman Jurasic pada 135 juta tahun yang lalu hingga jaman Cretaceus pada 65 juta tahun yang lalu membentuk benua Afrika, Antartika, Australia, Amerika Selatan, dan sub benua India. Sedangkan Laurasia terbelah menjadi Eurasia dan Amerika Utara.

Pergerakan daratan dari jaman Permian - Triasic - Jurasic - Creataceus hingga sekarang dikiaskan dalam Al-Quran dengan gambaran gerakan gunung tersebut disebabkan oleh gerakan kerak bumi. 

Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil yang disebut lempeng tektonik. 

Lempengan-lempengan bumi senantiasa bergerak pada permukaan bumi sekaligus bersama daratan benua dan dasar lautan bersamanya. Pengukuran terhadap kecepatan pergerakan lempengan tersebut mencapai 1 hingga 5 cm per tahun.


Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Continental_drift
http://www.keajaibanalquran.com/earth_movements.html
http://www.merbabu.com/artikel/terbentuknya_bumi.php