Friday, June 24, 2016

Kekayaan dalam Laut

Ramadhan-19

وَهُوَ الَّذِي سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُوا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

And it is He who subjected the sea for you to eat from it tender meat and to extract from it ornaments which you wear. And you see the ships plowing through it, and [He subjected it] that you may seek of His bounty; and perhaps you will be grateful.
"Dan Dialah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) darinya dan (dari lautan itu) kamu mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai.” 

(QS. An-Nahl: 14)



Banyak barang tambang di lautan, seperti emas, perunggu dan nikel. Sains modern telah membuktikan bahwa jika manusia mampu mengeluarkan emas-emas yang ada di lautan, lalu membagi-bagikannya kepada semua penghuni bumi (sekitar 6 miliar jiwa), maka bagian tiap orang di antara kita lebih dari satu ton emas.

Di lautan juga terdapat kandungan perunggu yang diperkirakan jumlahnya sekitar 8 miliar ton. Para ilmuwan mengungkapkan, terdapat kandungan minyak yang cukup besar di lautan, jumlahnya diperkirakan mencapai 17 persen dari total produksi minyak dunia.

Baru-baru ini para ilmuwan menemukan bahwa marjan dan mutiara terdapat di lautan (air asin) dan juga sungai (air tawar). Sebelumnya, manusia menyakini bahwa marjan dan mutiara hanya ada di lautan asin.


Sumber :
http://quran.com/16/14
http://sultonimubin.blogspot.co.id/2012/11/an-nahl-ayat-11-20-dan-terjemah.html
https://plus.google.com/104151510965845708572/posts/Q25EGRB3VH3