Wednesday, June 8, 2016

Matahari dan Bulan

Ramadhan-03

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَلِكَ إِلا بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

It is He who made the sun a shining light and the moon a derived light and determined for it phases - that you may know the number of years and account [of time]. Allah has not created this except in truth. He details the signs for a people who know

Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.

(QS. Yunus : 5)


Dalam sains dinyatakan bahwa matahari merupakan sebuah bintang sedangkan bulan adalah satelit. Seperti bintang yang lain, kestabilan matahari dan pancaran sinarnya yang keluar bergantung pada tenaga yang dihasilkannya.
Sinar adalah suatu yang terpancar langsung dari benda yang terbakar serta bercahaya dengan sendirinya manakala sinar ini jatuh pada benda yang gelap maka sinar tersebut akan memancar.
Matahari mempunyai sinar, sedangkan bulan mendapatkan pantulan cahaya dari matahari, sehingga bulan dapat terlihat terang saat purnama.

1400 tahun silam perbedaan antara sinar dan cahaya diterangkan oleh Allah SWT dalam Al Quran, yaitu pada Surat Yunus ayat 5.

Matahari diterangkan dengan kata siraaj dan siraajan wahaaja.
Bulan diterangkan sebagai nuur dan muniir.
Di dalam Hans Wehr: A Dictionary Of Modern Written Arabic, siraj mempunyai arti : 'lamp', 'light' yang bermaksud pelita, lampu,. Wahaaja mempunyai arti burn, blaze, flame yang bermaksud membakar, menyala, berapi.
 Sedangkan Nuur mempunyai arti brightness, gleam, glow yang bermaksud bercahaya, menyilau. Muniir mempunyai arti luminous, radiant, shining yang bermaksud bercahaya, bersinar.

Hal diatas menjelaskan perbedaan antara matahari dan bulan dalam konteks cahaya yang dikeluarkan kedua-duanya. Yaitu dimana matahari membakar dan dengan itu mengeluarkan cahaya sedangkan bulan hanya bersinar iaitu menerima dan memantulkan cahaya.

Allah menciptakan segala sesuatu di muka bumi ini untuk dipikirkan, direnungi, dan dicari untuk mencapai puncak pengakuan dan penghambaan kepada Allah.


Besar dan kecilnya bulan menunjukkan besar dan kecilnya angka hari tersebut. Puncaknya adalah tanggal 14 atau 15, di mana bulan tampak sempurna. Itulah sifat dari bulan, sedangkan sifat matahari selalu sempurna bentuknya dari ia muncul sampai tenggelam dan pada setiap harinya.

Dari pergerakan (rotasi dari revolusi) kedua benda langit tersebut, yaitu matahari dan bulan kita dapat melakukan perhitungan waktu mulai dari jam, hari, bulan dan tahun.


Sumber:
http://quran.com/10/5
http://www.tafsir.web.id/2013/03/tafsir-yunus-ayat-1-10.html
http://www.ibnushobah.web.id/2013/07/bernarkah-cahaya-bulan-pantulan-sinar.html
https://alhamdulillahsite.wordpress.com/2015/09/14/bukti-eksitensi-allah-dengan-sains-tanya-jawab-dr-zakir-naik-dan-seorang-atheis/
http://iffah-muhsin.blogspot.co.id/2011/02/antara-sinar-cahaya.html