Friday, June 3, 2016

Demam Dengue

Channel televisi nomor 260, yaitu channel History menampilkan Progammed to Kill : Dengue Fever. Sangat menarik untuk disimak dan sangat mengerikan apa yang dapat diakibatkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang dibonceng dengan virus dengue.

Penyakit demam dengue mempunyai tanda-tanda klinis berupa demam, nyeri otot, nyeri sendi yang disertai leukopenia, dengan atau tanpa ruam, dan limfadenopati, demam bifasik, sakit kepala hebat, nyeri pergerakan bola mata, trombositopenia ringan dan petekie spontan.

Sejak 1960-an yaitu sejak Perang Dunia Kedua, demam dengue terjadi di lebih dari 110 negara, yang menjangkiti sekitar 50–100 juta setiap tahun. Sejak tahun 1779 demam dengue telah "diperkenalkan" di dunia namun pada awal abad ke-20 ilmuwan mengetahui bahwa demam dengue disebabkan oleh virus dengue yang dapat ditularkan kepada manusia melalui vektor nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes polunesiensis.

Virus dengue agar mampu hidup harus berada di inang, tanpa inang maka virus dengue hanyalah virus yang lemah. Konon virus dengue semula berada di inang monyet. Dan penyebarannya hanya dari monyet ke monyet.

Kemudian dengan vektor berupa nyamuk Aedes Aegypti, virus dengue berpindah tidak hanya monyet ke monyet, tapi juga monyet ke manusia dan manusia ke manusia. Sehingga akhirnya virus dengue menjelma menjadi penyakita demam berdarah yang menakutkan.

Yang menjadikan demam dengue sulit disembuhkan adalah karena penyakit demam dengue memiliki 4 serotipe, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4.

Sehingga perang antara manusia dengan virus dengue kuncinya ada pada nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk Aedes Aegypti cenderung menyukai warna hitam dan merah. Bukan hanya pada warna baju, namun juga terhadap manusia yang mempunyai suhu tinggi.

Nyamuk Aedes Aegypti mempunyai kelemahan, yaitu nyamuk Aedes Aegypti hanya mampu terbang 30 meter secara vertikal dan 200 meter secara horizontal. Siklus hidup nyamuk Aedes Aegypti juga cukup singkat, yaitu hanya 3 minggu.

Nyamuk Aedes Aegypti berkembang pesat saat cuaca panas, terlebih musim kemarau yang diselingi oleh hujan. Hal ini akan menciptakan genangan air yang menjadikan tempat sempurna bagi nyamuk Aedes Aegypti untuk bertelur. Pada dasarnya nyamuk Aedes Aegypti hanya membutuhkan air sebanyak 1 sendok.

Perang terhadap nyamuk Aedes Aegypti yang dibonceng dengan virus dengue dilakukan mulai dengan pengasapan (fogging) dan yang paling mutakhir adalah dengan bakteri wolbachia.

Nyamuk Aedes Aegypti disuntikkan dengan bakteri wolbachia lalu dilepaskan ke daerah endemik dengan harapan nyamuk Aedes Aegyptie ber-wolbachia tidak mampu lagi menularkan virus dengue yang jadi penyebab demam berdarah. Karena bakteri wolbachia bisa mematikan pertumbuhan virus dengue di dalam tubuh nyamuk Aedes Aegyptie.

Perang tidak berhenti pada cara itu saja, tapi juga dilakukan pembuatan vaksin, yaitu dengan 2 cara, yaitu virus dengue dimatikan sehingga dapat menjadi vaksin, atau virus dengue dilemahkan dan menjadi vaksin.

Meski penyakit demam dengue sudah diketahui sejak 1779, penelitian dan pembuatan vaksin baru dilakukan akhir-akhir ini, hal ini dikarenakan Amerika dan Eropa tidak tertarik mengembangkan vaksin tersebut karena nyamuk Aedes Aegypti tidak dapat berkembang di zona tersebut.

Sanofi Pasteur adalah divisi vaksin dari Sanofi Group, adalah perusahaan terbesar yang memproduksi vaksin. Jenis vaksin yang telah dikembangkan adalah untuk penyakit influensa, rabies, hepatitis B, hepatitis A, pneumonia, varisela, MMR, tifoid, Hib, poliomyelitis, DPT, vaksin kombinasi DPT+Hib dan DPT+Hib+polio.

Vaksin DBD dari perusahaan farmasi Perancis Sanofi terhadap demam dengue telah mencapai keampuhan 60,8 persen.