Sunday, June 26, 2016

Kiblat

Ramadhan-21

 قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاء فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَ حَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهُ وَ إِنَّ الَّذِيْنَ أُوْتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُوْنَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ وَ مَا اللهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ

We have certainly seen the turning of your face, toward the heaven, and We will surely turn you to a qiblah with which you will be pleased. So turn your face toward al-Masjid al-Haram. And wherever you [believers] are, turn your faces toward it [in prayer]. Indeed, those who have been given the Scripture well know that it is the truth from their Lord. And Allah is not unaware of what they do.
Sesungguhnya Kami lihat muka engkau menengadah-nengadah ke langit, maka Kami palingkan­ lah engkau kepada kiblat yang engkau ingini. Sebab itu palingkanlah muka engkau ke pihak Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu semua berada palingkanlah mukamu ke pihaknya. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab mengetahui bahwa­sanya itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan tidaklah Allah lengah dari apapun yang kamu amalkan.
(Al-Baqarah : 144)


Dalam sholat Muslim mengarahkan pandangannya ke Ka'bah sebagai kiblat. Hal ini bukan berarti muslim menyembah Ka'bah ataupun batu hitam (Hajar Aswad). Namun penyatuan arah ke Masjidil Haram sebagai panduan arah demi persatuan

Saat pembuatan peta geografi pertama kali oleh Al Idrisi pada tahun 1154, kutub Selatan berada diatas, dengan Makkah atau Arab Saudi berada di tengah-tengah atau pusat peta. Kemudian saat ilmu kartografi berkembang, dilakukan perubahan dimana kutub Utara berada diatas namun dengan tetap yang berada di tengah adalah daerah Arab.

Saat kita melangsungkan Tawaf, yaitu mengelilingi Ka'bah, hal ini juga menyiratkan pesan bahwa saat mengelilingi kita membentuk suatu lingkaran, dan bahwa setiap lingkaran mempunyai 1 titik tengah.

Sekali lagi 1 titik tengah.


Sumber:
https://www.google.co.id/#q=al-baqarah+144