Wednesday, June 22, 2016

Kegelapan dalam Laut

Ramadhan-17

 أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ سَحَابٌ ۚظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ إِذَا أَخْرَجَ يَدَهُ لَمْ يَكَدْ يَرَاهَا ۗوَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِنْ نُورٍ
Or [they are] like darknesses within an unfathomable sea which is covered by waves, upon which are waves, over which are clouds - darknesses, some of them upon others. When one puts out his hand [therein], he can hardly see it. And he to whom Allah has not granted light - for him there is no light.
“Atau (keadaan orang-orang kafir) seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang meliputi oleh gelombang demi gelombang, di atasnya ada (lagi) awan gelap. Itulah gelap gulita yang berlapis-lapis. Apabila dia mengeluarkan tangannya, dia hampir tidak dapat melihatnya. Barang siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun.”

(QS An-Nur: 40)


Para ilmuwan telah menemukan bahwa lautan dan ditutupi oleh tumpukan awan tebal yang menghalangi masuknya sebagian besar cahaya matahari. Air laut menyedot spektrum warna cahaya secara perlahan-lahan sesuai dengan kedalaman air. Semakin dalam, semakin banyak spektrum warna yang disedot oleh air laut. Maka terjadilah kegelapan di dalam laut. Dan, laut akan semakin gelap setelah kedalaman 100 meter sehingga manusia takkan bisa melihat tanganmya sendiri.

Pada umumnya, lautan dan samudra ditutupi oleh tumpukan awan tebal yang menghalangi masuknya sebagian besar sinar matahari. Hal ini sebagaimana terungkap oleh foto yang berhasil diambil dari beberapa satelit. Tumpukan awan tebal itu kemudian memantulkan sinar matahari dan mencegah sebagian besar cahaya matahari masuk di laut.

Adapun cahaya yang berhasil masuk ke laut, sebagian akan dipantulkan oleh air laut dan sebagian lain akan diserap olehnya. Cahaya yang masuk ke laut itu akan berkurang sedikit demi sedikit seiring dengan bertambahnya kedalaman air. Inilah yang dijelaskan oleh Encyclopedia Britannaca.

Dalam bukunya yang berjudul Marine Optics, Nils Gunnar Jerlov menyatakan bahwa pada kedalaman 35 meter, tingkat pencahayaan air laut yang terbuka bisa turun hingga mencapai 10 persen dari cahaya yang ada di permukaan. Pada kedalaman 85 meter mencapai 1 persen, pada kedalaman 135 meter mencapai 0,1 persen dan pada kedalaman 190 meter mencapai 0,01 persen.

Kegelapan di dalam laut semakin pekat pada kedalaman melebihi 1.000 meter sehingga jika seseorang menjulurkan tangannya, ia takkan bisa melihat tangannya itu.
 Dasar laut yang miring berubah warnanya bertahap menuju warna biru, hingga warna itu menghilang sama sekali seiring dengan bertambahnya kedalaman. Hal ini sebagaimana spektrum warna cahaya yang berbanding terbalik dengan bertambahnya kedalaman dimana semakin bertambah kedalaman laut, semakin pudarlah spektrum warna cahaya hingga tidak terlihat.

Oleh karena itulah, Allah menggunakan zulumat (kegelapan-kegelapan), bukan zulumah (kegelapan tunggal). Dia menyebutkan “Kegelapan yang berlapis-lapis.”


Sumber :
http://quran.com/24/40
http://sultonimubin.blogspot.co.id/2013/01/an-nur-ayat-31-40-dan-terjemah.html
https://plus.google.com/104151510965845708572/posts/Q25EGRB3VH3