Hal yang menarik dari film "Ada Apa dengan Cinta? 2" (AADC? 2) selain dari segi cerita juga dari segi lokasi syuting AADC 2 di Yogya dengan mengambil beberapa spot yang menarik. Beberapa lokasi syuting AADC 2 di Yogya yang menarik yaitu diantaranya adalah :
1. Klinik Kopi
2. Istana Ratu Boko
3. Rumah Doa Bukit Rhema
4. Punthuk Setumbu
5. Papermoon Puppet Theatre
6. Sellie Coffee
7. Sate Klathak Pak Bari
8. Villa Sunset
9. Padepokan Pak Bagong Kussudiarja
10. DGTMB di Greenhost Hotel
Tidak bermaksud napak tilas perjalanan kisah cinta Rangga dan Cinta dalam film AADC 2, namun memang tahun 2016 ini acara arisan keluarga sekaligus halalbihalal keluarga diadakan rutin di Jawa Tengah, dan tahun ini diadakan di Yogyakarta.
Sama seperti 2 tahun lalu, yaitu tahun 2014 yang diadakan di Yogyakarta juga.
Sehingga penasaran juga spot yang menarik yang terjadi di film AADC 2. Beberapa lokasi yang rencana akan aku kunjungi adalah Klinik Kopi dan Istana Ratu Boko.
Hari Jumat malam, saat pertama tiba kita berencana langsung ke rumah saudara yang terletak di Taman Palagan Asri 3, yang terletak di jalan Raya Palagan km 10. Nah, dari situ semestinya tidak terlalu jauh dengan Klinik Kopi. Klinik Kopi terletak di jalan Kaliurang KM 7.8 di Sinduharjo, Sleman. Klinik Kopi mengolah kopi mulai dari sourcing biji kopi lokal, roasting, dan penggilingan, sampai akhirnya jadi kopi bubuk.
Kemudian lokasi kedua adalah Istana Ratu Boko, yang lokasi tidak jauh dari candi Prambanan.
Catatan sejarah kuno Istana Ratu Boko dapat dilihat pada prasasti Abhayagiri Wihara yang berangka tahun 792 M merupakan bukti
tertulis yang ditemukan di situs Ratu Baka. Dalam prasasti ini menyebut
seorang tokoh bernama Tejahpurnapane Panamkarana atau Rakai Panangkaran
(746-784 M).
Istana Ratu Boko merupakan bangunan megah yang dibangun pada masa
pemerintahan Rakai Panangkaran, salah satu keturunan Wangsa Syailendra. Di istana ini kita bisa
merasakan kedamaian sekaligus melihat pemandangan kota Yogyakarta dan
Candi Prambanan dengan latar Gunung Merapi.
Istana Ratu Boko terletak di 196 meter di atas permukaan laut. Areal
istana seluas 250.000 m2 terbagi menjadi empat, yaitu tengah, barat,
tenggara, dan timur.
Dalam catatan sejarah modern Situs Ratu Boko dilaporkan oleh Van Boeckholzt pada tahun 1790. Seratus tahun kemudian baru dilakukan penelitian yang dipimpin oleh FDK Bosch.
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Situs_Ratu_Baka
https://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/candi/ratu-boko/
http://www.yukpiknik.com/artikel/yang-harus-kamu-ketahui-sebelum-jalan-jalan-ke-istana-ratu-boko/
“Whatever we possess becomes of double value when we have the opportunity of sharing it with others"
Monday, July 11, 2016
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Related Posts
-
Dalam hidup, banyak orang mengejar kesuksesan, kenyamanan, dan pencapaian. Namun sering kali kita lupa satu hal yang justru menjadi inti dar...
-
Dalam kehidupan yang bergerak cepat dan sering kali terasa keras, ada satu prinsip sederhana yang kerap dilupakan: siapa yang menanam kebaik...
-
Burung Raksasa Saat menyaksikan acara di channel History , menayangkan adanya laporan kontroversial mengenai kejadian tanggal 25 Juli 1977...
-
Jam 8.45 Sebelum tiba di kantor Samsat, pastikan semua syarat balik nama motor BPKB sudah siap, yaitu mulai dari KTP pemilik baru kendaraan,...
-
Teras lantai 2 sudah ada beberapa yang lapuk, salah satunya adalah listplank yang sebelumnya terbuat dari kayu. Sehingga perlu aku ganti, da...

No comments:
Post a Comment