Tuesday, April 18, 2017

The Devil’s Advocate

Kevin Lomax  adalah pengacara yang sangat ambisius dalam menangani setiap kasusnya. Hal ini terbukti dari rekor dia yang tidak pernah kalah dalam kasusnya sekalipun client yang dibelanya bersalah.

Puncaknya adalah ketika Lomax membela client Mr Getty, seorang guru matematika yang melakukan pelecehan seksual seorang siswi di sekolahnya. Meski Kevin Lomax mengetahui bahwa Getty benar melakukan kejahatan tersebut, namun Lomax melakukan segala cara dan mengumpulkan segala bukti untuk membebaskan Getty.

Dari kota kecil kemudian Kevin Lomax direkrut oleh John Milton seorang pemimpin kantor firma hukum besar di New York. Lomax ditawari dengan kompensasi tinggi, apartemen mewah dan gaji besar. Kasus di Firma baru berhasil ditangani Lomax dengan baik sehingga karier Lomax bersinar, hal ini membuat Lomax mempunyai kehidupan mewah dan bersenang-senang.

Kesuksesan Lomax membuat dia sering larut dalam pekerjaannya, namun mempunyai efek samping yaitu dimana istrinya sering ditinggalkan sendirian di rumah. Istrinya Lomax, mengalami halusinasi dan gangguan spiritual yang selalu disangkal oleh Lomax. Akhirnya Lomax menyadari bahwa Milton adalah setan Lucifer, dan Lomax adalah anak dari Milton yang notabene adalah Lucifer tersebut.

Saat Milton mengaku adalah seorang Lucifer, muncul dialog yang sangat mengena. Lomax sebagai pengacara yang selalu menang tersebut akhirnya menjadi sombong. Dan kesombongan adalah dosa favorit dari sang devil.

John Milton: Vanity, definitely my favorite sin.Kesombongan, pasti dosa favorit saya.

Sumber :
http://hiburan.metrotvnews.com/read/2015/10/10/439533/the-devil-s-advocate-kisah-pengacara-yang-ambisius
http://globeleaks.com/index.php/news/466/The-Devils-Advocate-1997,-Film-Tentang-Manipulasi-Setan-dalam-Dunia-Hukum-di-Dunia