Tuesday, November 19, 2019

Rahasia Usain Bolt


Sejak Olimpiade Beijing 2008, Usain Bolt selalu berhasil memenangi setiap lomba lari yang diikutinya di Kejuaraan Dunia maupun Olimpiade. Usain Bolt menjuarai lari nomor bergengsi 100 meter dan 200 meter di Kejuaraan Dunia Atletik 2015 di Beijing, Tiongkok, dengan waktu 9,79 detik di nomor 100 meter.

Sprinter elite tidak mengayun kaki mereka lebih cepat daripada para pelari rekreasi. Namun letak perbedaannya adalah para sprinter papan atas melangkah lebih panjang dan lebih bertenaga.

Penelitian menunjukkan pelari amatir sering mencatatkan 50 hingga 55 langkah untuk melahap jarak 100 meter. Adapun sprinter elite mencatatkan sekitar 45 langkah. Atlet elite menghasilkan begitu banyak tenaga, karena faktanya mereka secara alamiah punya lebih banyak serat otot.

Sehingga atlet elite jauh lebih sedikit menghabiskan waktu di tanah sebagai hasil dorongan ke ke depan yang lebih cepat. Berdasar studi yang dilakukan peneliti yang berbasis di Amerika Serikat, Peter Weyand, ditemukan fakta unik. Saat mencapai kecepatan terbaik, kaki sprinter elite biasanya hanya melakukan kontak dengan tanah selama 0,008 detik. Adapun para pelari amatir sekitar 0,12 detik.

Sam Allen menambahkan para sprinter dunia menghabiskan 60 persen waktu berlarinya di udara (waktu kaki tak menjejak tanah), sedangkan pelari amatir sekitar 50 persen.

Tinggi badan Bolt 195 cm, sehingga dia tidak bisa berakselerasi di awal lari. Di awal lomba kita pasti ingin mengambil langkah-langkah pendek untuk berakselerasi, namun karena begitu tinggi, dia (Bolt) tak bisa melakukannya.

Tapi ketika mencapai kecepatan tertinggi, dia punya keuntungan besar dibanding orang lain karena dia melangkah lebih sedikit.


Sumber :
https://www.bola.com/ragam/read/2304996/mengapa-usain-bolt-bisa-berlari-sangat-cepat-ini-rahasianya

No comments:

Post a Comment

Related Posts